Menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan proses penilaian risiko iklim dan ESG
Tag Topik Terkait
Ringkasan
Poin Penting:
Peluang untuk meningkatkan proses uji tuntas: Menggunakan uji coba Gen AI untuk mempercepat penyelesaian ERQ yang ditingkatkan akan memungkinkan DBS untuk mengurangi dan mengelola risiko ESG utama, sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan melalui pengurangan waktu yang dibutuhkan untuk peninjauan dokumen.
Mengelola risiko dari menggunakan AI: Kerangka tata kelola AI dan pembelajaran mesin yang ada di DBS sedang ditingkatkan untuk mengurangi risiko yang terkait dengan dimensi etis penggunaan data dan risiko yang terkait dengan risiko teknologi yang muncul. Ini juga membentuk kerangka kerja PURE (Purposeful, Un, Respectable, Explainable) yang menyediakan pagar pembatas untuk kasus penggunaan AI. Akhirnya dibentuk gugus tugas AI yang bertanggung jawab yang terdiri dari para pemimpin senior dari berbagai disiplin ilmu, untuk menilai penyebaran AI dan mengatasi risiko yang relevan.
Apakah studi kasus ini bermanfaat?
Kami ingin mendengar pendapat Anda! Anda dapat membagikan umpan balik Anda atau menyarankan Studi Kasus di bawah.

